BLANTERWISDOM101

KKN-PPM UMBY Dorong Pengembangan UMKM Tape Bu Poni dan Batik Kayu di Desa Wisata Krebet

Sabtu, 15 Agustus 2026

Bantul, Yogyakarta – Desa Wisata Krebet, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, tidak hanya menyimpan kekayaan budaya melalui kerajinan batik kayu, tetapi juga memiliki potensi ekonomi lokal yang terus tumbuh melalui berbagai usaha masyarakat. Melihat potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menghadirkan sejumlah program pemberdayaan yang berfokus pada pengembangan UMKM lokal, khususnya Tape Bu Poni dan sentra Batik Kayu Desa Krebet.


Penerimaan KKN dan Sosialisasi

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup inovasi produk, penguatan identitas merek, pengembangan kemasan, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran.

Mengembangkan Potensi Tape Bu Poni melalui Inovasi Produk

Pembuatan Logo Baru

Tape Bu Poni merupakan salah satu usaha rumahan yang berada di Desa Krebet dan telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Produk tape berbahan dasar singkong tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu produk oleh-oleh khas daerah.

Dalam pelaksanaan program KKN-PPM, mahasiswa melakukan pendampingan pada beberapa aspek usaha Tape Bu Poni. Salah satunya adalah penelitian mengenai masa simpan atau expired produk sebagai upaya memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai daya tahan tape setelah proses produksi.

Mahasiswa juga melihat adanya potensi lain dari bahan baku singkong yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pendekatan inovasi produk, kulit singkong yang sebelumnya menjadi limbah dikembangkan menjadi olahan keripik kulit singkong. Inovasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan produk baru sekaligus meningkatkan nilai guna bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.

Selain inovasi produk, aspek visual dan identitas usaha juga menjadi perhatian. Tim KKN membantu mengembangkan desain branding dan stiker kemasan agar produk Tape Bu Poni memiliki identitas yang lebih kuat dan mudah dikenali konsumen.

Upaya pengembangan juga dilakukan melalui penggunaan besek bambu sebagai alternatif kemasan. Penggunaan material tersebut tidak hanya memberikan tampilan yang lebih khas dan dekat dengan identitas lokal, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai tambah produk sebagai oleh-oleh.

Untuk mendukung proses produksi, mahasiswa turut membantu pengadaan alat pemotong singkong. Selama ini, proses pemotongan masih dilakukan secara manual menggunakan pisau sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih besar, terutama ketika jumlah produksi meningkat. Kehadiran alat tersebut diharapkan dapat membantu menghasilkan potongan yang lebih seragam sekaligus membuat proses produksi menjadi lebih efektif.

Mendorong Digitalisasi Pemasaran Tape Bu Poni


Pembuatan Akun Sosial Media

Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada informasi digital, keberadaan UMKM di ruang digital menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan usaha.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-PPM UMBY turut melakukan pendampingan digitalisasi pemasaran Tape Bu Poni. Beberapa langkah yang dilakukan meliputi pembuatan dan pengembangan media sosial, pendaftaran lokasi usaha melalui Google Maps, pembuatan konten promosi, serta pengembangan WhatsApp Business sebagai media komunikasi dengan konsumen.

Digitalisasi tersebut diharapkan dapat membuat keberadaan Tape Bu Poni lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen, khususnya wisatawan yang sedang berkunjung ke kawasan Desa Wisata Krebet dan sekitarnya.

Tidak berhenti pada pembuatan akun digital, mahasiswa juga mendorong agar media sosial dapat digunakan sebagai ruang untuk menceritakan proses produksi, memperkenalkan produk, serta mengangkat kisah di balik usaha dan masyarakat yang menjalankannya.

Dengan demikian, pemasaran tidak hanya berbicara mengenai produk yang dijual, tetapi juga mengenai cerita, identitas, dan nilai lokal yang melekat pada produk tersebut.

Memperkuat Batik Kayu sebagai Identitas Desa Wisata Krebet

Proses Membatik Kayu

Selain sektor kuliner, KKN-PPM UMBY juga memberikan perhatian terhadap potensi ekonomi kreatif yang menjadi salah satu identitas utama Desa Wisata Krebet, yaitu Batik Kayu.

Batik kayu merupakan bentuk kerajinan yang memadukan teknik membatik dengan media kayu. Beragam produk kerajinan seperti topeng, patung, hiasan, dan berbagai suvenir menjadi bagian dari kreativitas masyarakat Krebet.

Keberadaan sentra Batik Kayu tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung nilai budaya yang menjadi bagian dari identitas Desa Wisata Krebet. Oleh karena itu, pengembangan sektor ini membutuhkan strategi yang tidak hanya mempertahankan kualitas produk, tetapi juga mampu memperkenalkannya kepada generasi dan pasar yang lebih luas.

Dalam kegiatan KKN-PPM, mahasiswa turut melakukan pendampingan dalam dokumentasi dan pembuatan konten digital untuk memperkenalkan produk serta proses kreatif para perajin Batik Kayu.

Pendekatan visual digunakan untuk memperlihatkan proses di balik sebuah karya, mulai dari material kayu, proses pengerjaan, hingga menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai seni. Konten tersebut diharapkan dapat menjadi media untuk memperkenalkan Batik Kayu Krebet kepada masyarakat yang lebih luas.

Pemanfaatan media digital juga menjadi salah satu cara untuk menjaga eksistensi kerajinan tradisional di tengah perkembangan industri kreatif dan perubahan tren konsumsi masyarakat.

Menghubungkan Potensi Lokal dengan Ekonomi Digital

Sosialisasi Tentang Digitalisasi

Program KKN-PPM UMBY di Desa Krebet pada dasarnya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan jangka pendek. Lebih dari itu, kegiatan ini diarahkan untuk membangun fondasi pengembangan usaha yang dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat setelah program KKN selesai.

Pengembangan produk, branding, kemasan, produksi, dan pemasaran digital menjadi satu rangkaian yang saling berkaitan. Produk yang memiliki kualitas perlu didukung identitas yang kuat, kemasan yang menarik, serta strategi pemasaran yang mampu menjangkau konsumen.

Di sisi lain, potensi Batik Kayu Krebet menunjukkan bahwa kekayaan budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi digital. Tradisi tidak harus berhenti pada ruang produksi, tetapi dapat diperkenalkan melalui berbagai platform kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-PPM UMBY berupaya menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengembangan potensi lokal. Mahasiswa hadir untuk memberikan pendampingan, pengetahuan, dan dukungan teknis yang dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat.

Dari Krebet untuk Masa Depan Ekonomi Lokal


Proses Pembuatan Kerajinan

Desa Wisata Krebet menunjukkan bahwa kekuatan sebuah desa tidak hanya terletak pada potensi alamnya, tetapi juga pada kreativitas, keterampilan, dan cerita masyarakat yang hidup di dalamnya.

Tape Bu Poni menjadi salah satu contoh bagaimana usaha pangan rumahan dapat terus dikembangkan melalui inovasi produk dan digitalisasi. Sementara Batik Kayu menjadi representasi bagaimana tradisi dan kreativitas masyarakat dapat menjadi kekuatan ekonomi sekaligus identitas budaya.

Melalui program KKN-PPM UMBY, berbagai potensi tersebut diharapkan dapat semakin berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Bukan sekadar memperkenalkan produk kepada konsumen, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang mampu menjaga nilai lokal sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dari Krebet, produk lokal tidak hanya dibuat untuk dijual. Ia membawa cerita, keterampilan, budaya, dan harapan masyarakat untuk tumbuh bersama.


Share This :

0 comments

Booking Wisata

Pilih platform booking:

Dolan Krebet Atourin